Monday, 27 February 2012

Kisah Teladan: Kisah Tempayan Yang Retak


Seorang tukang air memiliki dua buah tempayan besar. Masing-masing bergantung pada kedua ujung sebuah pikulan yang dibawa menyilang pada bahunya. Satu dari tempayan itu retak, sedangkan tempayan satunya lagi tidak. Tempayan yang tidak retak itu selalu dapat membawa air penuh, walaupun perjalanan yang panjang dari mata air ke rumah majikannya. Tempayan retak itu hanya dapat membawa air setengah penuh.

Hal ini terjadi setiap hari selama dua tahun. Si tukang air hanya dapat membawa satu setengah tempayan air ke rumah majikannya. Tentu saja si tempayan yang tidak retak itu merasa bangga akan prestasinya kerana dapat menunaikan tugas dengan sempurna. Di pihak lain, si tempayan retak merasa malu sekali akan ketidaksempurnaannya dan merasa sedih sebab ia hanya dapat memberikan setengah dari apa yang sepatutnya ia dapat berikan kepada majikannya.

Setelah dua tahun tertekan oleh kegagalan pahit ini, tempayan retak berkata kepada si tukang air, “Saya sungguh malu kepada diri saya sendiri dan saya mohon maaf yang sebesar-besarnya” “Mengapa?” tanya si tukang air. "Mengapa kamu merasa malu ?” "Saya hanya mampu selama dua tahun ini, membawa setengah kandungan air dari yang seharusnya dapat saya bawa. Adanya retakan pada sisi saya telah membuat air yang saya bawa bocor sepanjang jalan menuju rumah majikan kita. Kerana cacatku itu, saya telah membuatmu rugi.”


Si tukang air merasa kasihan kepada si tempayan retak, dan dalam belas kasihannya, ia menjawab, ” Jika kita kembali ke rumah majikan esok, aku ingin kamu memperhatikan bunga-bunga indah di sepanjang jalan.”Benar.Ketika mereka naik ke bukit,si tempayan retak memperhatikandan barumenyedari bahwa ada bunga-bunga indahdi sepanjang sisi jalan dan itumembuatnya sedikit terhibur.Namun pada akhir perjalanan,ia kembali merasa sedih keranaseparuh air yang dibawanya telah bocordan kembali tempayan retak itumeminta maaf kepada si tukang airatas kegagalannya.
Si tukang air berkata kepada tempayan itu, “Apakah kamu tidak memperhatikan adanya bunga-bunga di sepanjang jalan di sisimu ? Tapi, tidak ada bunga di sepanjang jalan di sisi tempayan lain yang tidak retak itu ?” Itu kerana aku selalu menyedari akan cacatmu dan aku memanfaatkannya. Aku telah menanam benih-benih bunga di sepanjang jalan di sisimu dan setiap hari jika kita berjalan pulang dari mata air, kamu mengairi benih-benih itu.

Selama dua tahun ini, aku telah dapat memetik bunga-bunga indah itu untuk dapat menghias meja majikan kita. Tanpa adanya kamu, majikan kita tidak akan dapat menghias rumahnya seindah sekarang.” Bukankah sangat berguna diri kamu kepadaku?"

Maka si tempayan pun terharu dengan dirinya sendiri. Walaupun ia mempunyai kelemahan dengan fungsinya, tetapi kelemahannya itu sangat berguna untuk sesuatu yang lain.



Begitu juga dengan diri kita. Setiap manusia ada kelemahan yang tersendiri. Tapi siapa tahu, kelemahan yang kita miliki itu sangat berguna kepada orang lain? So, jangan lah rendah diri dengan kelemahan yang kita ada dan berputus asa. Setiap yang Allah ciptakan tu mempunyai manfaat yang tersendiri. Don't give up in anything that you do!

Sumber: Syurga Itu Indah
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...